Sinopsis Eternal Love Of Dream Episode 6
Feng Jiu terkejut alasannya adalah Ji Heng dan Dong Hua tidak akrab. Ji Heng pergi menyentuh Feng Jiu, tapi Feng Jiu lari.
Ji Heng duka dan berpikir Feng Jiu melupakannya. Dong Hua menghibur Ji Heng bahwa ia akan mempunyai kesempatan untuk menjadi dekat dengan Feng Jiu di istana.
Lian Song mengunjungi Dong Hua dan memintanya untuk menciptakan pisau pendek baginya untuk menunjukkan Cheng Yun saat ulang tahun Cheng Yu akan datang.
Dong Hua mengetahui bahwa Cheng Yu mengambil pisau pendek, pedang panjang, senjata tersembunyi, busur besi dan pisau dapur, saat dia mengambil senjata.
Lian Song meminta untuk tidak membuat pisau pendek dengan sihir, jadi itu akan mewakili niatnya untuk Cheng Yu.
Dong Hua berpikir niatnya dihentikan diambil oleh orang lain, tetapi Lian Song menawarkan bahwa hal ajaib hanya mampu dibentuk oleh Dong Hua.
Feng Jiu menemukan kekurangan desain, dan berpikir Dong Hua akan menganggapnya dengan rasa hormat khusus kalau beliau memperbaiki kekurangan tersebut. Dia menutupi area sehingga Lian Song tidak menemukannya.
Lian Song memberi tahu Dong Hua bahwa beliau menemukan porselen di tanah Xuan Ming, dan berjanji untuk memperlihatkan peta itu kepada Dong Hua.
Dong Hua bermaksud untuk memberikan bahan-bahan pisau pendek kepada Lian Song, dan membuatnya untuk membuatnya sendiri.
Lian Song mengungkapkan Xuan Ming masih murka saat istrinya menulis surat cinta kepadanya.
Dong Hua memberi tahu Lian Song untuk memberi tahu orang-orang bahwa ia alergi terhadap porselen, jadi Xuan Ming akan memperlihatkan semua porselennya kepadanya.
Lian Song oke untuk itu, dan meninggalkan desain pisau pendek. Dong Hua memberi tahu Feng Jiu bahwa dia pergi mencari bahan.
Feng Jiu minum teh yang ditinggalkan Dong Hua, dan berpikir dia yakni tuan yang baik jikalau dia yakni hewan peliharaan.
Dia meminta Si Ming untuk memperbaiki desain, dan dia kembali ke kamar Dong Hua.
Ji Heng melangkah masuk dan ingin meninggalkan pesan untuk Dong Hua alasannya ia tidak mengerti kitab suci Buddha.
Dong Hua muncul dan kesalahan bahwa Ji Heng memperbaiki desain, dan menyampaikan padanya untuk membantunya dikala beliau membuat pisau.
Ji Heng setuju untuk itu. Feng Jiu sangat murka menggigit Ji Heng, dan Dong Hua mengambil Feng Jiu alasannya menggigit Ji Heng.
Feng Jiu sedih alasannya adalah Dong Hua hanya memperlakukannya sebagai binatang peliharaan.
Cheng Yu mengunjungi Si Ming dan melihat desainnya. Dia pikir perancang itu sangat asing. Dia mengatakan padanya bahwa desainernya ialah Lian Song.
Feng Jiu menyadari bahwa Dong Hua hanya menyalahkannya dikala ia mempunyai konflik dengan Ji Heng.
Tapi ia masih berharap Dong Hua meminta maaf padanya. Makara dia kembali untuk melihat apa yang dia lakukan.
Feng Jiu melihat Ji Heng tinggal bersama Dong Hua, dan Ji Heng meminta Dong Hua menjelaskan kepadanya perihal tempat selesai dari desain.
Feng Jiu berpikir ia lebih baik daripada Ji Heng, dan berharap Dong Hua mengejek Ji Heng.
Dong Hua berpikir kedua tempat itu lebih sulit daripada yang diperbaiki Ji Heng. Dia menjelaskan bahwa kedua kawasan itu mungkin yaitu keberuntungannya.
Ji Heng meminta Dong Hua untuk memberinya layar sebagai hadiah bila ia simpulan menggambar.
Dong Hua setuju untuk itu dan memberitahu Ji Heng untuk pulang sehabis dia mencatat bahwa dia lelah.
Feng Jiu berpikir Dong Hua baik untuk Ji Heng, dan merasa sedih alasannya Dong Hua tidak pernah melakukannya padanya.
Ji Heng berpikir termos itu mampu berwarna merah matahari terbenam yang indah kalau mereka menghancurkan batu crimson dan mencampurnya dengan tanah liat porselen.
Feng Jiu berpikir Ji Heng berpikir sangat berbeda karena dia hanya mampu mengatakan, “Itu bisa menjual harga yang elok.”
Feng Jiu ingin pergi tetapi ia merasa mati rasa di kakinya. Dia bepergian, dan Ji Heng pergi untuk membawa Feng Jiu.
Ji Heng menyebut Feng Jiu sangat menyukainya, dan mengungkapkan Dong Hua dan beliau menciptakan mangkuk nasi untuk Feng Jiu.
Ji Heng menunjukkan untuk mendapatkan kuku Feng Jiu untuk menyebabkan contoh itu sebagai tanda eksklusifnya.
Feng Jiu mengeluh bahwa ia berusaha keras untuk mengambil posisi binatang peliharaan, dan dia sangat murka untuk menggaruk, mencakar wajah Ji Heng.
Dong Hua menyuruh Chong Lin untuk mengunci Feng Jiu sebab beliau terlalu pembangkang.
Chong Lin membawa Feng Jiu ke kamarnya, dan memberitahunya bahwa Ji Heng takut pendarahan. Makara Dong Hua tidak bisa mengurus Feng Jiu.
Feng Jiu bergegas ke pintu dan ingin keluar. Chong Lin memberi tahu Feng Jiu untuk menghindari Dong Hua sehingga beliau tidak akan dieksekusi, dan beliau membuka pintu.
Dong Hua memberi makan singa salju dengan Ganoderma yang jernih, dan Feng Jiu ingin memakannya. Dong Hua pergi.
Singa Salju mengalahkan Feng Jiu alasannya adalah menyakiti Ji Heng, dan mengambil watu giok.
Feng Jiu mencoba untuk mengambil kembali batu giok, tetapi ia dilemparkan ke bak oleh Singa Salju putih.
Si Ming berniat menangkap ikan besar, tapi beliau menangkap Feng Jiu yang terluka parah.
Temannya membawa obat ke Si Ming, dan mencatat bahwa Si Ming menambahkan begitu banyak gula.
Feng Jiu tersentuh bahwa Si Ming ingat bahwa dia dilahirkan untuk takut akan kepahitan.
Si Ming bertanya pada Feng Jiu bagaimana dia bisa berada dalam situasi itu sebagai permaisuri berpengalaman.
Dia menghela nafas dan pergi. Feng Jiu bertanya pada dirinya sendiri apakah beliau harus melepaskan obsesi yang telah ia jalani selama lebih dari 2000 tahun.
Si Ming memberi tahu Feng Jiu bahwa Dong Hua akan menikahi Ji Heng dua hari lalu, dan berpikir kasih sayang itu akan menjadi siksaan jikalau Feng Jiu terus melakukannya.
Dia menyampaikan padanya bahwa hidupnya entah bagaimana akan menjadi kesengsaraan bila ia masuk ke dalamnya lebih dalam dan lebih dalam.
Feng Jiu berpikir tidak ada perempuan di Qingqiu yang tahan kehilangan martabat mereka mirip itu, dan Si Ming bertanya padanya apakah beliau ingin melihat Dong Hua untuk terakhir kalinya.
Feng Jiu melihat Ji Heng tinggal di paviliun dengan Dong Hua, dan Ji Heng meminta Dong Hua untuk memberi makan singa salju.
Dong Hua melambaikan pedang pendek, dan Feng Jiu berpikir beliau tidak pernah melihatnya bahkan kalau mereka sudah dekat.
Feng Jiu menangis sampai air matanya terjatuh. Dia begitu murung.
Demikianlah Recap / Sinopsis Eternal Love of Dream Episode 6.
All images credit and content copyright : Tencent, We TV Indonesia